Selasa, 30 Oktober 2012

ANALISIS AKG DAN PPH KAPUAS HULU


ANALISIS TERHADAP
ANGKA KECUKUPAN GIZI DAN POLA PANGAN HARAPAN
KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN 2012










DISUSUN OLEH
TIM SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI KAPUAS HULU
TAHUN 2012









Executive Summary
Gizi berasal dari bahasa arab “Al Gizzai”  yang artinya makanan dan manfaatnya untuk kesehatan. Al Gizzai juga dapat diartikan sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan
Mindset masyarakat selama ini cenderung mengidentikkan angke kecukupan gizi sama persis dengan nilai  beli atau harga pangan yang dikonsumsi oleh setiap indvidu.
Sementara kalau  kita perhatikan fungsi makanan, metabolisme atau kemampuan tubuh dalam mencerna makanan,  kebutuhan tubuh terhadap air dan serat atau perspfektif yang lainnya, maka pengertian atau cakupan gizi semakin komplek dan komprehensif terhadap kelangsungan kehidupan individu.
Melihat perspektif gizi dari fungsi makanan sekaligus konsumsi terhadap  gizi yang terkandung di dalamnya,  sesungguhnya dinyatakan bahwa pada dasarnya makanan memiliki 3 (tiga) fungsi utama atau yang lebih dikenal dengan tri guna makanan: Pertama, sumber zat tenaga atau sumber energi (karbohidrat) yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan.  Kedua, Sumber pengatur (vitamin & mineral) 33,33 %. Sumber Pengatur bersumber dari Sayur dan Buah= Sayur & buah, Prosentase angka kecukupan gizi adalah 6 %. Sehingga bobot kedua jenis bahan pangan ini adalah:  33,33 % / 6 % = 5,0.  Ketiga, Sumber Pembangun Sumber Pembangun terdiri dari Pangan hewani dan kacang-kacangangan= (17 %). Prosentase angka kecukupan gizi   untuk pangan hewani dan kacang-kacangan adalah : 12%+5%. Sehingga bobot kedua jenis pangan tersebut adalah:  33,33 % / 17 % = 2
Perspektif berikutnya melihat gizi dari sudut pandang konsumsi,  menyatakan bahwa konsumsi pangan idealnya memperhatikan kemampuan tubuh seseorang dalam mencerna makanan, umur, jenis kelamin, jenis aktivitas, dan kondisi lain seperti sakit, hamil, menyusui.  Sehingga konsumsi yang direkomendasikan bahwa gizi yang dibutuhkan untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup individu dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok zat gizi, yaitu: karbohidrat , protein,  lemak, vitamin, dan mineral.
Perspektif yang lain dapat juga dilihat dari sudut kebutuhan manusia terhadap air dan serat. bahwasanya  manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh.  Apabila kelompok zat gizi tersebut diuraikan lebih rinci, maka terdapat lebih dari 45 jenis zat gizi. Secara alami, komposisi zat gizi setiap jenis makanan memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu. Beberapa makanan mengandung tinggi karbohidrat tetapi kurang vitamin dan mineral. Sedangkan beberapa makanan lain kaya vitamin C tetapi miskin vitamin A.
Dengan mengasumsikan makanan sebagai sumber kalori, secara umum kebutuhan manusia terhadap kalori adalah 2000 kkal/kap/hari.  Nilai masing-masing gizi atw kalori yang terkandung di setiap makanan menjadi lampiran dari laporan ini.
Dengan memperhatikan fungsi makanan sekaligus kebutuhan manusia terhadap gizi yang dibutuhkan,  seyogyanya manusia senantiasa memperhatikan kandungan masing-masing gizi yang terkandung pada  jenis makanan. Secara sederhana dengan tidak memperhatikan bobot masing-masing jenis makanan, konsumsi yang ideal selayaknya konsumsi  yang mengandung unsur 2BSA (beragam, bergizi, Seimbang dan Aman).




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas segala kesehatan, petunjuk dan hidayah yang sudah diberikan. Meski tidaklah sempurna, setidaknya kami telah berusaha mencoba memberikan satu pengabdian untuk masyarakat berupa  Analisis terhadap Angka Kecukupan Gizi dan Pola  Pangan Harapan di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2011, dan selesai tepat waktunya.
Analisis tahunan ini kami susun sebagai upaya untuk memberikan gambaran awal terhadap kondisii perkembangan konsumsi gizi dan pangan di kalangan masyarakat Kapuas Hulu. Data yang kami gunakan sebagai dasar perhitungan adalah adalah data SUSENAS(survey sosial ekonomi nasional) 2011. Metode pendekatan analisis dilakukan berdasarkan  pedoman, petunjuk  dan formulasi yang diarahkan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 
Gambaran dan analisis data serta rekomendasi yang kami sampaikan mudah-mudahan dapat dijadikan sebagai informasi, bahan Analisis dan dasar terhadap pengambilan keputusan pada masa-masa yang akan datang.
Terima kasih juga kami sampaikan kepada Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Seksi Logistik dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu serta atas informasi dan data yang diberikan berkenaaan dengan indikator dalam laporan ini.
Kami sadari sepenuhnya, bahwa laporan ini, bukanlah semata-semata yang menjadi barometer terhadap kondisi ketahanan pangan dan gizi kabupaten kapuas hulu. Ada banyak mekanisme dan metode analisis yang dapat dilakukan dalam upaya melihat dan memantau sejauhmana kondisi ketahanan pangan dan gizi yang ada di masyarakat.
Guna perbaikan pada masa-masa yang akan datang, kami mengharapkan saran, kritik dan kerjasama dari berbagai pihak. Mudah-mudahan Analisis ini dapat berguna bagi kehidupan masyarakat Kapuas Hulu.
Putussibau,        Agustus 2012
Ketua Tim Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi/ Kasubbag Ketahanan Pangan,

JOKO SUTOYO, S.TP
NIP 19610414 198803 1 012

A.       DASAR HUKUM
Pelaksanaan dan Analisis terhadap Angka Kecukupan Gizi dan Pola Pangan Harapan Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2012 didasari oleh:
1.                    Undang-Undang  Nomor 7  Tahun 1997 tentang  Pangan
2.                    Peraturan Pemerintah Nomor  68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan
3.                    Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 tentang Percepatan Penganekaramanan Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal;
4.                    Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaraman Konsumsi Pangan (P2KP)
5.                    Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.140/12/2010 tentang Standar pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Propinsi / Kabupaten Kota

B.        PENDAHULUAN
Secara umum pilar Ketahanan pangan dalam suatu wilayah, diidentifikasi menjadi 3(tiga) pilar utama. Pilar tersebut meliputi: Ketersediaan pangan, Distribusi pangan dan Konsumsi Pangan.  Dalam implementasinya, konsumsi pangan sering dikaitkan dengan persoalan atau istilah seperti angka kecukupan gizi, angka kecukupan energi, pola pangan harapan, kalori dan beberapa  isitilah lainnya. Ini menunjukkan bahwa eksistensi konsumsi pangan merupakan suatu sistem yang tidak berdiri sendiri. Konsumsi pangan merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan pola aktivitas secara menyeluruh.
Istilah yang sering kali melekat dan kerap dikaiktkan dengan konsumsi atau pola pangan harapan adalah gizi. Untuk memahami lebih jauh, kami mencoba mendefinisikan berbagai istilah di bawah ini, dengan harapan dan tujuan untuk membentuk satu pemahaman dan pengertian yang sama.  Istilah pertama adalah gizi. secara harfiah,  Gizi berasal dari bahasa arab “Al Gizzai”  yang artinya makanan dan manfaatnya untuk kesehatan. Al Gizzai juga dapat diartikan sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan.  
Istilah berikutnya adalah Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dalam pelaksanaannya angka kecukupan gizi meliputi tatanan konsumsi dan ketersediaan. Pada tingkat konsumsi angka kecukupan energi (AKE) kalori adalah 2000 kkal/kap/hari. Angka Kecukupan Energi (AKE) dapat diterjemahkan sebagai banyaknya energi yang dikonsumsi oleh penduduk dalam suatu wilayah dengan jumlah. Energi ideal sebesar 2000 kkal/kap/hari. Standar Pelayanan Minimal untuk  kecukupan energi adalah sebesar 90% AKE.
Istilah yang lain adalah Angka Kecukupan Protein (AKP). Secara sederhana Angka Kecukupan Protein (AKP) yaitu banyaknya protein yang dikonsumsi oleh penduduk dalam  suatu wilayah dengan jumlah protein sebesar 52 gram/kap/hari. Berdasarkan  Standar Pelayanan Minimal untuk  kecukupan protein adalah sebesar 90% AKP.
Dan yang menjadi rujukan dalam memberikan rekomendasi atau hasil Analisis terhadap pola konsumsi panga adalah Skor PPH Konsumsi. Istilah ini didefinisikan sebagai susunan beragam pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama baik secara absolut maupun dari suatu pola ketersediaan atau konsumsi pangan.   Semakin tinggi skor PPH konsumsi menunjukkan semakin beragam konsumsi pangannya. Skor PPH ideal adalah 100. Standar Pelayanan Minimal untuk skor PPH konsumsi adalahsebesar  90.
Konsumsi  pangan yang ideal  yang direkomendasi dapat dilihat dari berbagai perspektik. Perspektif pertama konsumsi pangan idealnya memperhatikan kemampuan tubuh seseorang dalam mencerna makanan, umur, jenis kelamin, jenis aktivitas, dan kondisi lain seperti sakit, hamil, menyusui.  Sehingga konsumsi yang direkomendasikan bahwa gizi yang dibutuhkan untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup individu dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok zat gizi, yaitu:
1.               karbohidrat ;
2.               protein;
3.               lemak;
4.               vitamin; dan
5.               mineral.
Ke lima jenis zat gizi tersebut diperlukan masing-masing indiviu secara proporsioal, dalam artian dilihat dari kualitas dan kuantitasnya cukup, tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan.
Perspektif kedua dapat juga dilihat dari sudut kebutuhan manusia terhadap air dan serat. bahwasanya  manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh.  Apabila kelompok zat gizi tersebut diuraikan lebih rinci, maka terdapat lebih dari 45 jenis zat gizi. Secara alami, komposisi zat gizi setiap jenis makanan memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu. Beberapa makanan mengandung tinggi karbohidrat tetapi kurang vitamin dan mineral. Sedangkan beberapa makanan lain kaya vitamin C tetapi miskin vitamin A.
Apabila konsumsi makanan sehari-hari kurang beranekaragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan  zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif. Dengan mengonsumsi makanan sehari-hari  yang beranekaragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang. Jadi, untuk mencapai masukan zat gizi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi hanya oleh satu jenis bahan makanan, melainkan harus terdiri dari aneka ragam bahan makanan.
Keterangan di atas juga berarti  ada saling ketergantungan antar zat gizi. Misalnya penyerapan yang optimun dari masukan vitamin A memerlukan kehadiran lemak sebagai zat pelarut dan mengangkut vitamin A ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, apabila cadangan mangan (Mn) di dalam tubuh kurang, maka vitamin A juga tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal. Contoh lain, diperlukan vitamin C yang cukup dalam makanan untuk meningkatkan penyerapan zat besi (Fe).
Pada masa lampau, susu seringkali mendapat pujian, karena bernilai gizi tinggi. Makanan lain dinilai rendah karena kurang bergizi. Sesuai konsep keterkaitan antarzat gizi,  sudah saatnya penilaian kualitas makanan yang didasarkan pada pengagungan terhadap kandungan zat gizi mulai ditinggalkan. Kini saatnya memasyarakatkan adanya ketergantungan antarzat gizi atau antarberbagai jenis makanan. Setiap jenis makanan memiliki peranan masing-masing dalam menyeimbangkan masukan zat gizi sehari-hari.
Perspektif ketiga dapat dilihat dari Peranan berbagai kelompok bahan makanan berdasarkan fungsi utama zat gizi yang dalam ilmu gizi dipopulerkan dengan istilah “Tri Guna Makanan”. Pertama, sumber zat tenaga atau sumber energi (karbohidrat) yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan. Kedua, Sumber pengatur (vitamin & mineral) 33,33 %. Sumber Pengatur bersumber dari Sayur dan Buah= Sayur & buah, Prosentase angka kecukupan gizi adalah 6 %. Sehingga bobot kedua jenis bahan pangan ini adalah:  33,33 % / 6 % = 5,0. Ketiga, Sumber Pembangun Sumber Pembangun terdiri dari Pangan hewani dan kacang-kacangangan= (17 %). Prosentase angka kecukupan gizi   untuk pangan hewani dan kacang-kacangan adalah : 12%+5%. Sehingga bobot kedua jenis pangan tersebut adalah:  33,33 % / 17 % = 2


Susunan PPH Ideal (Tingkat Nasional)

Berdasarkan Sisi Konsumsi Pangan







No.
Kelompok Pangan
Prosentase
Energi (kkal/kap/hr)
% AKG
Bobot
Skor PPH
Kebutuhan
Maksimal
1
Padi-padian
50 persen
1.000
50
0,5
25
2
Umbi-umbian
6 persen
120
6
0,5
2,5
3
Pangan hewani
12 persen
240
12
2
24
4
Minyak & lemak
10 persen
200
10
0,5
5
5
Buah/ biji berminyak
3 persen
60
3
0,5
1
6
Kacang-kacangan
5 persen
100
5
2
10
7
Gula
5 persen
100
5
0,5
2,5
8
Sayur & buah
6 persen
120
6
5
30
9
Lain-lain
3 persen
60
3
0
0

Jumlah

2.000
100

100
Secara Umum Komposisi  dan prosentase 9 (sembilan) jenis makanan yang merujuk pada Pola Pangan  Harapan Ideal Tingkat Nasional terlihat seperti berikut:


C.      MAKSUD DAN TUJUAN
Analisis terhadap Angka Kecukupan Gizi dan Pola Pangan Harapan bertujuan secara umum bertujuan:
1.                   Memberi gambaran umum situasi ketahanan pangan suatu wilayah dan kondisi khusus pola konsumsi gizi masyarakat.
2.                   Membantu memberikan estimasi dan proyeksi situasi konsumsi dan kebutuhan pangan wilayah di masa yang akan datang.
3.                   Membantu mengidentifikasi berbagai faktor terkait dengan ketahanan pangan di suatu wilayah.
4.                   Membantu perumusan kebijakan dan program maupun intervensi yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan suatu wilayah.







D.   HASIL ANALISIS

-       Sampel Analisis
Evluasi terhadap angka kecukupan gizi dan pola pangan harapan dilaksanakan dengan mengambil sampel, pertama besaran anggaran yang dikeluarkan masyarakat terhadap  pola konsumsi pangan  harian.  Klasifikasi pengeluaran yang dilakukan melalui survey ini meliputi 8 (delapan) kelompok pengeluaran. Kelompok tersebut terdiri dari:
1.               < Rp 100.000,00
2.               Rp 100.000,00 – Rp 149.999,00
3.               Rp 150.000,00 – Rp 199.999,00
4.               Rp 200.000,00 – Rp 299.000,00
5.               Rp 300.000,00 – Rp 499.000,00
6.               Rp 500.000,00 – Rp 749.999,00
7.               Rp 750.000,00 – Rp 999.999,00
8.               >Rp 1000.000,00

Data konsumsi selengkapnya terlihat pada lampiran (I)

-       Teknik analisis
Analisis  dalam survey terhadap pola konsumsi pangan dilaksanakan secara acak (random  sampling). Dengan prosentase  sampel,  lebih kurang 10% dari total populasi yang ada di Kapuas Hulu.  Hasil analisis terhadap pola konsumsi pangan, tersaji pada lampiran......
-       Hasil analisis
Hasil analisis yang  dilakukan berdasarkan data yang ada (susenas 2011), terlihat pada lampiran

E.    KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis terhadap pola konsumsi pangan di Kapuas Hulu dengan didasarkan pada data yang disampaikan susenas, dapat disimpulkan bahwa:
1.          Angka Kecukupan Energi (AKE) pada masyarakat dengan pengeluaran dengan skor  92, 4 , ini menunjukkan bahwa Angka kecukupan  gizi (AKE)  atau berkisar pada angka 2.151 kkal/kap/hari.  Ada kelebihan Dari skor nilai yang ditetapkan bahwa angka kecukupan energi pada tingkatan konsumsi berada pada skor 2.000/kkal/kap/hari, sementara pada tingkatan persediaan, angka kecukupan energi (AKE) berada pada skor 2200/kkal/kap/hari;

Hasil perhitungan skor pola pangan harapan  dan Angka kecukupan energi (AKE) selengkapnya terlihat pada tabel berikut:








No
Kelompok Pangan
Gram/ Kap/Hari
Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Kalori
%
% AKE*)
Bobot
Skor Aktual
Skor AKE
Skor Maks
Gap skor AKE dan Skor Maks
Skor PPH












1
Padi-padian
317,4
1330
61,8
66,5
0,5
30,9
33,2
25,0
8,2
25,0
2
Umbi-umbian
50,9
62
2,9
3,1
0,5
1,4
1,5
2,5
-1,0
1,5
3
Pangan Hewani
153,6
246
11,4
12,3
2,0
22,8
24,6
24,0
0,6
24,0
4
Minyak dan Lemak
23,8
211
9,8
10,6
0,5
4,9
5,3
5,0
0,3
5,0
5
Buah/Biji Berminyak
2,5
14
0,6
0,7
0,5
0,3
0,3
1,0
-0,7
0,3
6
Kacang-kacangan
6,3
19
0,9
0,9
2,0
1,8
1,9
10,0
-8,1
1,9
7
Gula
38,8
140
6,5
7,0
0,5
3,3
3,5
2,5
1,0
2,5
8
Sayur dan Buah
216,9
88
4,1
4,4
5,0
20,5
22,0
30,0
-8,0
22,0
9
Lain-lain
57,1
41
1,9
2,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0













Total

2.151
100,0
107,5

85,9
92,4
100,0

82,3



2.          Pola Pangan Harapan (PPH) pada masyarakat dengan pengeluaran  dengan skor rata-rata: 82,3. Menurut standar pelayanan minimal,  berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.140/12/2010 tentang Standar pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Propinsi / Kabupaten Kota, dinayatakan bahwa pola pangan harapan (PPH) minimal pada skor  90.  Ini artinya Pola Pangan Harapan Kapuas Hulu, secara rata-rata di bawah standar yang ditetapkan.

Hasil perhitungan skor pola pangan harapan  dan Angka kecukupan energi (AKE) selengkapnya terlihat pada tabel berikut:
SKOR POLA  PANGAN HARAPAN BERDASARKAN GOLONGAN PENGELURAN

Golongan Pengeluaran
Skor PPH
Capain SPM
Ideal (100)
SPM (90)
I
0,0
belum
100
90
II
51,7
belum
100
90
III
58,9
belum
100
90
IV
66,2
belum
100
90
V
78,4
belum
100
90
VI
85,6
belum
100
90
VII
88,5
belum
100
90
VIII
93,9
sudah
100
90
RATA-RATA
82,3
belum
100
90







F.    SARAN
 Memperhatikan skor  pada Angka Kecukupan Energi (AKE) dengan skor  Pola Pangan Harapan (PPH) dengan skor:  maka secara umum kami merekomendasikan:
1.          bahwa seyogyanya masyarakat dengan tidak memperhatikan tingkatan umur,  dapat mengkonsumsi makanan dengan  mengedepankan prinsip B2SA atau  (beragam, bergizi, seimbang dan aman).  Ini memberikan makna yang didasarkan akan kebutuhan tubuh terhadap berbagai  jenis makanan, sehingga disarankan untuk mengkonsumsi jenis makanan  secara variasi dengan tetap memperhatikan sisi keseimbangan dan keamanan dari setiap jenis makanan;
2.          Bahwa setiap individu dengan  memperhatikan tingkatan umur,  maka setiap individu mempunyai kebutuhan yang berbeda;
3.          Dengan melihat perspektif makanan dari fungsi tri guna makanan, maka sesungguhnya,
4.          Dengan melihat perspektif kebutuhan tubuh terhadap air dan serat makan sebaiknya, .....
5.          Melihat kebutuhan kalori masing individu yang ditetapkan oleh WNPG, bahwa masing2 individu memerlukan 2000 kkal/kap/hari, kami merekomendasikan  untuk dapat memperhatikan nilai bobot kalori  pada setiap gramnya dalam waktu satu hari dari setiap jenis jenis makanan;















Minggu, 13 Februari 2011

PIDATO BUPATI KAPUAS HULU DALAM ACARA PERESMIAN KEGIATAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MPD) DI KECAMATAN BUNUT HULU TA 2010



B U P A T I   K A P U A S   H U L U

PIDATO BUPATI KAPUAS HULU
DALAM ACARA PERESMIAN KEGIATAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MPD) DI KECAMATAN BUNUT HULU TA 2010
DI  KABUPATEN KAPUAS HULU


YTH.     KETUA DPRD SERTA ANGGOTA DPRD KAB. KAPUAS HULU.
YTH.     SATUAN KERJA DAN TIM KORDINASI PNPM – MANDIRI PERDESAAN KABUPATEN KAPUAS HULU
YTH.    KEPALA BADAN, DINAS, KANTOR, DAN BAGIAN DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH  PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU
YTH.    CAMAT BUNUT HULU
YTH.    TOKOH AGAMA, TOKOH ADAT, TOKOH PEMUDA DAN TAMU UNDANGAN YANG KAMI MULIAKAN

“PARA PELAKU PNPM-MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BUNUT HULU  YANG KAMI CINTAI DAN KAMI BANGGAKAN”

UNTUK MENGAWALI  KEGIATAN PERESMIAN KEGIATAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MPD) TAHUN ANGGARAN 2010 DI KECAMATAN BUNUT HULU, MARILAH DENGAN SEGENAP KERENDAHAN HATI DAN KELUHURAN JIWA, SEJENAK  KITA TUNDUKKAN  KEPALA, SERAYA MEMANJATKAN  PUJA DAN PUJI SYUKUR KE-HADIRAT ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA ATAS SEGALA NIKMAT DAN KARUNIA-NYA YANG SENANTIASA DIBERIKAN, SEHINGGA KITA SEMUA SENANTIASA DALAM KEADAAN SEHAT WAL AFI’A.
SEMOGA ALLAH YANG MAHA KUASA MERIDOI SELURUH RANGKAIAN KEGIATAN INI SAMPAI DENGAN SELESAI.




KITA SEMUA YAKIN DAN PERCAYA, BAHWA SELURUH PENGABDIAN YANG KITA LAKSANAKAN DENGAN TULUS DAN IKHLAS TERHADAP BANGSA, NEGARA, SERTA MASYARAKAT AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SETIMPAL DARI-NYA. AMIN.

SAUDARA KETUA DPRD DAN ANGGOTA DPRD KAB. KAPUAS HULU.
SERTA HADIRIN YANG KAMI MULIAKAN,
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ATAU YANG LEBIH KITA KENAL DENGAN PNPM DILIHAT DARI ASPEK HISTORIS, PNPM MANDIRI DILUNCURKAN OLEH PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA TANGGAL 30 APRIL 2007 DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH.
PROGRAM INI MERUPAKAN SCALING UP (PENGEMBANGAN  YANG LEBIH LUAS) DARI PROGRAM-PROGRAM YANG BERTUJUAN SEBAGAI PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PADA ERA-ERA SEBELUMNYA.
PNPM MANDIRI DIGAGAS UNTUK MENJADI PAYUNG (KOORDINASI) DARI PULUHAN  PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DARI BERBAGAI DEPARTEMEN YANG ADA PADA SAAT ITU, KHUSUSNYA YANG MENGGUNAKAN KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (COMMUNITY DEVELOPMENT) SEBAGAI PENDEKATAN OPERASIONALNYA. 
LAHIRNYA PNPM MANDIRI TIDAK SECARA SPONTAN. SETELAH PRESIDEN MENDAPAT LAPORAN DARI BERBAGAI PIHAK, MENGIRIM UTUSAN KE BERBAGAI DAERAH, WAWANCARA LANGSUNG DENGAN PELAKU PROGRAM, BAHKAN SUDAH LEBIH DARI 30 NEGARA MENGIRIMKAN DUTANYA UNTUK BELAJAR TENTANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT  DI INDONESIA,  MAKA MULAI  AWAL TAHUN 2006 GAGASAN PNPM SUDAH MENJADI WACANA DI ISTANA NEGARA. TEPATNYA PADA BULAN AGUSTUS 2006, PRESIDEN MEMUTUSKAN BAHWA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT HARUS MENJADI PROGRAM NASIONAL. KEMUDIAN LAHIRLAH PADA TAHUN ITU KEBIJAKAN TENTANG PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

DUA PROGRAM YANG MENJADI PILAR UTAMA PNPM MANDIRI SEBELUM PROGRAM-PROGRAM LAIN BERGABUNG, ADALAH : PPK (PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN) DAN P2KP (PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PERKOTAAN). KEMUDIAN MULAI BERGABUNG PADA TAHUN-TAHUN BERIKUTNYA KE DALAM PNPM MANDIRI ADALAH P2DTK, PPIP, PUAP, PISEW DAN PARIWISATA. 

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
SEBAGAIMANA KITA KETAHUI, SEBELUM DILUNCURKANNYA PNPM MANDIRI PADA TAHUN 2007, TELAH BANYAK PROGRAM-PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (COMMUNITY DEVELOPMENT) SEBAGAI PENDEKATAN OPERASIONALNYA.
DIMULAI DARI PROGRAM YANG PALING TERKENAL DI MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU, ADALAH PROGRAM IDT (INPRES DESA TERTINGGAL) YANG DIMULAI PADA TAHUN 1993/1994, AWAL REPELITA VI.
PROGRAM INI MERUPAKAN MANIVESTASI DARI INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 5 TAHUN 1993 TENTANG PENINGKATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN. PROGRAM IDT DILAKSANAKAN DENGAN MEMBERIKAN BANTUAN MODAL USAHA BERUPA DANA BERGULIR KEPADA LEBIH 20 RIBU DESA TERTINGGAL DENGAN DANA SEBESAR RP. 20 JUTA SETIAP TAHUN. BANTUAN DANA BERGULIR INI DIBERIKAN SELAMA 3 TAHUN ANGGARAN.
SEJALAN DENGAN BANTUAN DANA BERGULIR TERSEBUT PEMERINTAH JUGA MEMBERIKAN BANTUAN TEKNIS PENDAMPINGAN YANG MEMBERIKAN BANTUAN TEKNIS KEPADA MASYARAKAT DESA DALAM RANGKA PEMANFAATAN DANA BERGULIR TERSEBUT.
BELAJAR DARI KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN IDT, KEMUDIAN LAHIR GENERASI KEDUA PROGRAM-PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LAINNYA ADALAH :
PPK (PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN) YANG DILAKSANAKAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI - 1998,                                              
P2KP (PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PERKOTAAN) YANG DILAKSANAKAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM - 1999,                  PEMP (PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR) YANG DILAKSANAKAN DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN,           KUBE (KELOMPOK USAHA BERSAMA) YANG DILAKSANAKAN DEPARTEMEN SOSIAL, DAN LAIN-LAIN.
PROGRAM-PROGRAM TERSEBUT BERJALAN SENDIRI-SENDIRI MENURUT KEBIJAKAN DEPARTEMEN YANG BERSANGKUTAN, TIDAK TERINTEGRASI, PARSIAL DAN SEKTORAL.

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
SERTA SELURUH PELAKU PNPM MANDIRI PERDESAAN YANG KAMI CINTAI
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM MANDIRI PERDESAAN ATAU PNPM-PERDESAAN) MERUPAKAN SALAH SATU PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT YANG MENDUKUNG PNPM MANDIRI YANG WILAYAH KERJA DAN TARGET SASARANNYA ADALAH MASYARAKAT PERDESAAN. PNPM MANDIRI PERDESAAN MENGADOPSI SEPENUHNYA MEKANISME DAN PROSEDUR PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN (PPK) YANG TELAH DILAKSANAKAN SEJAK 1998-2007.
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INI DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERBESAR DI TANAH AIR, BAHKAN TERBESAR DI DUNIA. DALAM PELAKSANAANNYA, PROGRAM INI MEMPRIORITASKAN KEGIATAN BIDANG INFRASTRUKTUR DESA, PENGELOLAAN DANA BERGULIR BAGI KELOMPOK PEREMPUAN, KEGIATAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT  DI WILAYAH PERDESAAN. PROGRAM INI TERDIRI DARI TIGA KOMPONEN UTAMA, YAITU : 
A)   DANA BLM (BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT)  UNTUK KEGIATAN PEMBANGUNAN,
B)   DANA OPERASIONAL KEGIATAN (DOK) UNTUK KEGIATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DAN KEGIATAN PELATIHAN MASYARAKAT (CAPACITY BUILDING),  DAN
C)   PENDAMPINGAN MASYARAKAT YANG DILAKUKAN OLEH PARA FASILITATOR PEMBERDAYAAN, FASILITATOR TEKNIK DAN FASILITATOR KEUANGAN.
DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN, SELURUH ANGGOTA MASYARAKAT DIDORONG UNTUK TERLIBAT DALAM SETIAP TAHAPAN KEGIATAN SECARA PARTISIPATIF, MULAI DARI PROSES PERENCANAAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN DANA SESUAI KEBUTUHAN PALING PRIORITAS DI DESANYA, SAMPAI PADA PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELESTARIANNYA.
PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERDESAAN BERADA DI BAWAH BINAAN DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (PMD), DEPARTEMEN/KEMENTRIAN DALAM NEGERI. PROGRAM INI DIDUKUNG DENGAN PEMBIAYAAN YANG BERSUMBER DARI ALOKASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN), ALOKASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD), PARTISIPASI DARI CSR (CORPORANTE SOCIAL RESPONCIBILITY) DAN DARI DANA HIBAH SERTA PINJAMAN DARI SEJUMLAH LEMBAGA DAN NEGARA PEMBERI BANTUAN DIBAWAH KOORDINASI BANK DUNIA.

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
PELAKU PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BUNUT HULU YANG KAMI CINTAI

MASUKNYA PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN (PPK) DI KABUPATEN KAPUAS HULU DIMULAI SEJAK PERTAMA KALI DILUNCURKANNYA PROGRAM INI, YAKNI PADA TAHUN 2007, INI ARTINYA, PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU TELAH SECARA PRO AKTIF TERLIAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INI.

SELANJUTNYA DI KECAMATAN BUNUT HULU SENDIRI, PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN ATAU YANG LEBIH KITA KENAL “PNPM-MP”, DIMULAI PADA PERTAMA KALI SEIRING DILUNCURKANNYA PROGRAM INI MELALUI MASUKNYA PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN (PPK) PERTAMA KALI DI KABUPATEN KAPUAS HULU.

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
PELAKU PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BUNUT HULU YANG KAMI CINTAI
DALAM PROSES PERJALANANNYA, PNPM-MP”, MENGALAMI BERBAGAI DINAMIKA DARI BERBAGAI ASPEK.
DILIHAT DARI ASPEK SASARAN YANG TELAH DICAPAI, PADA TATANAN PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA DASAR, KITA SAMA-SAMA MENGAKUI, ADA BANYAK HASIL YANG TELAH DICAPAI MELALUI PROGRAM INI, PADA TAHUN 2007, ALOKASI DANA PNPM-MO TELAH MENDANAI 48 SARANA PRASARANA, TAHUN 2008 MENDANAI 73 SARANA PRASARANA, TAHUN 2009 MENDANAI 68 SARANA PRASARANA, SEMENTARA TAHUN 2010 TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN MASIH DALAM PROSES.

DARI ASPEK PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA, SALAH SATU TUJUAN “PNPM-MP” ADALAH  MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SECARA FORMAL PADA TAHAPAN PENDIDIKAN DASAR, PADA USAHA PENGEMBANGAN SDM LAINNYA JUGA, PNPM-MP  SETIDAKNYA TELAH MULAI MEMBUKA CAKRAWALA PEMIKIRAN DAN “MINESHEET” (POLA PIKIR) KE ARAH PEMIKIRAN YANG  STRATEGIS DAN KRITIS TERHADAP SEGALA ASPEK PEMBANGUNAN DENGAN DIIMBANGI OLEH SIKAP YANG PARTISIPATIF, RESPONSIF DAN AKUNTABEL.
DARI ASPEK PEREKONOMIAN, ALOKASI PNPM-MP YANG DIPERUNTUKKAN UNTUK KELOMPOK USAHA EKONOMI PRODUKTIF PEREMPUAN (USAHA SIMPAN PINJAM PEREMPUAN), DAPAT KAMI  SAMPAIKAN SAMPAI SAAT INI, DARI MODAL AWAL SEBESAR 6,7 MILYAR SUDAH BERKEMBANG MENJADI 7,6 MILYAR LEBIH ATAU MENGALAMI PERTUMBUHAN SEBESAR 13,55%, DENGAN JUMLAH KELOMPOK PEMANFAAT SEBANYAK 722 KELOMPOK SPP SE KABUPATEN KAPUAS HULU.

DARI ASPEK PENGUATAN KELEMBAGAAN, PNPM-MP  BERTUJUAN UNTUK MEWUJUDKAN TATA KELOLA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE). IMPLEMENTASI KEPEMERINTAHAN YANG BAIK, SEPERTI PARTISIPATIF, TRANSPARAN, AKUNTANBEL DAN BERPIHAK PADA MASYARAKAT MISKIN TERAKOMODIR PADA PRINSIP-PRINSIP MENDASAR PROGRAM INI. INI ARTINYA JUGA, BAHWA PNPM-MP BERJALAN BERIRINGAN DENGAN NILAI-NILAI TATA KELOLA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE).

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
PELAKU PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BUNUT HULU YANG KAMI CINTAI
TERLEPAS DARI BERBAGAI KEBERHASILAN YANG TELAH DICAPAI, SEBAGAI SEBUAH PROGRAM YANG TERHITUNG MASIH MUDA, PELAKSANAAN PNPM-MP JUGA TIDAK TERLEPAS DARI BERBAGAI PENYIMPANGAN MAUPUN PENYELEWENGAN.

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
PELAKU PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BUNUT HULU YANG KAMI CINTAI
GUNA MENGOPTIMALISASI SELURUH TUJUAN MAUPUN SASARAN YANG INGIN DICAPAI MELALU PROGRAM PNPM-MP, MAKA PERAN AKTIF KITA SEMUA UNTUK SENANTIASA BERSAMA-SAMA MEMBERIKAN SUMBANGSIH SARAN, PIKIRAN DAN TINDAKAN NYATA.

PNPM-MP ADALAH PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PERANAN SAUDARA-SAUDARA SANGAT BERARTI TERHADAP KELANGSUNGAN DAN KESUKSESAN PROGRAM INI.
UNTUK ITULAH, PADA KESEMPATAN INI, SAYA MENGHARAPKAN PARTISIPASI PENUH DARI SAUDARA-SAUDARA TERHADAP PROGRAM INI SEHINGGA PADA GILIRANNYA PNPM-MP MAMPU MEWUJUDKAN MANFAAT BAGI PENINGKATAN KUALITAS KEHIDUPAN BANGSA, NEGARA DAN MASYARAKAT YANG KITA CINTAI BERSAMA.

HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
PELAKU PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BUNUT HULU YANG KAMI CINTAI
PADA KESEMPATAN INI JUGA, DAPAT KAMI SAMPAIKAN BAHWA PADA TAHUN 2011 INI, PNPM-MP SEDANG MELAKSANAKAN TAHAPAN PENGINTEGRASIAN ATAU PENGGABUNGAN, YAKNI ANTAR USULAN YANG DISAMPAIKAN MELALU MEKANISME MUSRENBANG, DENGAN USULAN YANG DIBAWA MELALUI MEKANIME PROGRAM.



TAHAP PENGINTEGRASIAN INI MERUPAKAN IMPLEMENTASI TERHADAP UPAYA-UPAYA MENSINKRONISASI SELURUH USULAN MAUPUN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN YANG ADA. JIKA SELAMA INI, PNPM MP YANG DIKERJAKAN OLEH PARA PELAKU PROGRAM TERKESAN BERJALAN SENDIRI DENGAN KEGIATAN MUSRENBANG YANG DIKERJAKAN OLEH PARA PELAKU APARAT/INSTITUSI LOKAL, MAKA PADA TAHUN 2011 INI, SELURUH MEKANISME PEMBANGUNAN DIHARAPKAN TERKOORDINIR DAN BERJALAN SECARA SINERGI.

HADIRIN YANG BERBAHAGIA, SERTA
PELAKU PNPM-MP YANG KAMI BANGGAKAN
SEBAGAI PENUTUP, DAPAT KAMI INFORMASIKAN JUGA, BAHWA SAMPAI SAAT INI, PNPM-MP DI KABUPATEN KAPUAS HULU TELAH TERSEBAR DI 16 (ENAM BELAS KECAMATAN) DARI 23 KECAMATAN YANG ADA DI KABUPATEN KAPUAS HULU. INI MENUNJUKKAN BAHWA PNPM MANDIRI PERDESAAN DARI HARI KE HARI SEMAKIN MENGALAMI PENINGKATAN, BAIK DARI ASPEK KUANTITAS MAUPUN KUALITAS PENGEMBANGANNYA.

KETUA DPRD SERTA ANGGOTA DPRD KAB. KAPUAS HULU.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA, SERTA
PELAKU PNPM-MP YANG KAMI BANGGAKAN

DEMIKIAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN, TERIMA KASIH ATAS SEGALA PERHATIAN.
AKHIRNYA DENGAN MENGUCAPKAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,      ”PENANDATANGANAN KEGIATAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MPD) TAHUN ANGGARAN 2010 DI KECAMATAN BUNUT HULU ,  SAYA NYATAKAN SECARA RESMI DITANDATANGANI”
WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,
SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA

BUNUT HULU,   26 JANUARI 2011
BUPATI KAPUAS HULU,


A.M NASIR, SH